Kumpulan Puisi Rindu Tentang Kerinduan Terbaru

Kumpulan Puisi Rindu Tentang Kerinduan Terbaru – Kerinduan adalah salah satu bentuk perasaan yang tak terucapkan serta do’a yang terus menerus dimunajatkan di dalam hati, mungkin seperti itu arti sebuah kerinduan. Mungkin sebagian dari anda pernah merasakan kerinduan yang begitu mendalam terhadap seseorang, baik kekasih, sahabat atau hal-hal yang membuat anda rindu lainnya.

Untuk meyakini kekuatan rindu serta mengungkapkan gejolaknya, maka pada kesempatan kali ini saya akan menuliskan kumpulan puisi rindu tentang kerinduan yang semoga dengan adanya puisi rindu ini setidaknya kita masih mempunyai perasaan tentang rindu, karena bagaimanapun juga kerinduan itu sendiri lah yang mampu menguatkan kita sekalipun tak sempat mengutarakannya dan mengobati kerinduan tersebut. Berikut adalah puisi rindu yang bisa saya tuliskan untuk anda, semoga berkesan dan selamat membaca.

Kumpulan Puisi Rindu : Tentang Kerinduan

Engkau kah Itu?

Engkau kah itu?
Yang berdendang sendu
Dengan seuntai senandung rindu
Diantara rintihan sang kalbu
Yang terus tenggelam dalam kubangan pilu
Terinjak-injak derap langkah sang waktu

Engkau kah itu?
Yang menimpakanku ber ton-ton rindu
Dengan sejuta lembar bayangmu
Merebut tiap hempasan nafasku
Mengikat tiap persendian tulangku
Dengan merindukanmu.. Aku menemukanmu

Engkau kah itu?
Yang mencintaiku
Yang melengkapi semua asaku
Yang bermain di atas taman hatiku
Yang selalu berdendang di ujung rinduku
Yang takkan hilang meski disapa mesra sang bayu

Engkau kah itu?
Yang perlahan menaklukanku..

Aku Merindukanmu

Sudut sepi, ketika itu..
Kembali aku merindukanmu, sangat rindu
Gundah, resah dan gelisah menari-nari di kalbu
Bercumbu dengan setumpuk rindu yang membelenggu
Masih ku ingat saat itu.. Ya saat itu
Saat kau bunuh aku dengan diammu
Namun.. Masih saja aku merindukanmu, sangat rindu

Kubangan hening kala itu..
Bayanganmu hadir dibibir ilusiku
Hadirkan sebersit senyum terindah milikmu
Senyum yang semakin memberatkan rinduku
Haruskah ku buang bayangmu itu?
Haruskah aku?
Ah.. Aku tidak dan tak akan mampu
Wahai engkau.. Dengan cara inilah aku mencintaimu

Kamar senyiku, saat itu..
Sayup-sayup ku ingat kembali kisahku
Kau tahu apa yang kutemukan? Cintamu, cuma itu
Cinta yang membuka mataku
Pula yang membuka hatiku
Dan dalam hatiku, aku melihatmu, bidadariku
Hingga takan bosan ku berbisik di telingamu
“Aku Merindukanmu”

Di Dalam Dada

Jika dibelah dada ku
Akan nampak semua yang ada di angan
Ada gunung, ada lembah, ada pohon di pinggir sawah
Ada jalan setapak menuju rumah
Ada kerinduan di sana..

Tapi ada juga kota lama
Dengan gedung runtuh
Dan langit terbakar menyala merah
Ada juga hutan rimba
Tempat nyawa tersesat
Terbayang di dalam lengking rusa
Yang lari dengan kaki terluka

Sudah berkumandang sebelum sempat bersuara
Kalau kerinduan tak terangkum dalam dada
Bagaimana kata seakan terbit dari tiada
Tangan akan hampa meraih ke udara

Sepenggal Kerinduan

Bungaku yang telah pergi..
Kau pernah tumbuh di taman hati
Harum mu pun masih mewangi
Dan tercium sampai kini
Pertanyaannya tak habis disini

Tapi sampai kapan ini terjadi
Sampai kapan aku merindukanmu
Sampai kapan kau tetap segar mewangi
Dan tak menjadi layu di hatiku.. Di sini..

Jari-jari Sepi, Belai Aku..

Ku titipkan cerita ini pada bayu menerpa
Ku tebar rasa ini bersama dayu seruling gembala
Ku gantungkan asa ini di tepi lengkung bianglala
Dan bahkan..

Ku selipkan rindu ini dalam tumpuk bebatuan
Ku benamkan cinta ini dalam genang lautan
Ku simpan rindu ini dalam rumah pasir pantai
Hingga.. Lagi dan lagi..

Ku buat untai kerinduan ini sebagai dawai do’a
Ku dendang syair rindu ini menjadi kidung hati
Ku jadikan bias rindu ini untuk pelengkap sepi

Jika Ada Rindu..

Jika ada celah ruang rindu dalam dimensi relungku
Maka hanya kamu yang tahu untuk siapa
Jika ada sisa waktu dalam kerinduanku
Maka hanya kamu yang tahu untuk siapa
Jika ada gumpalan rindu dalam rongga dadaku
Maka hanya kamu yang tahu untuk siapa

Jika ada satu cinta dalam lubuk sukmaku
Maka hanya kamu yang tahu untuk siapa
Jika ada tumpukan rindu dalam beku heningku
Maka hanya kamu yang tahu untuk siapa
Dan jika benar dunia mengakui keberadaanku
Pun hanya kamu yang tahu untuk siapa

Archa Kerinduan

Masih aku terpaku

Retak muka remuk raga

Merindukanmu seperti batu

Tatapan mata selalu di angan

Merajut rindu bergelayut

Menantimu seperti batu

Di hatiku terpendam

Bungkam dalam diam sang malam

Merindukanmu seperti batu

Hampa dalam bayang siang

Kosong dalam tenang malam

Merenungimu seperti batu

Malam Merindu

Karya : Nurul Fitriana, Bogor.

Dusta jika ku tak merindu
Sekuat ku buang ingatan
Kembali jua ke tempat sama
Meski ku tahu..
Tuhan tak pernah miliki restu
Untuk kerinduan teramat dalam

Tapi mengapa?
Hilang tak juga sirna
Hadir selalu dalam bayang

Aku diam, aku bungkam
Berusaha selalu menutup kelopak
Agar wajahnya tidak kembali di hadapan
Agar terusir dalam dinginnya malam

Bіlа kumpulan puisi rіndu tеntаng kerinduan іnі dіnіlаі cukup bаguѕ dаn indah mаkа silahkan untuk аndа bagikan kepada ѕаhаbаt mаuрun оrаng-оrаng tercinta untuk mеngungkарkаn kеrіnduаn. Sеmоgа рuіѕі rindu di atas dapat menjadi salah ѕаtu ungkараn реrаѕааn tеntаng kеrіnduаn yang ѕеlаmа іnі terpendam, kаrеnа mеmеndаm rindu іtu dііbаrаtkаn seperti mеnggеnggаm bаrа, betul? аkhіr kata ѕауа ucapkan terima kаѕіh ѕudаh bеrkunjung