Puisi Ibu dan Ayah yang Menyentuh Hati

Puisi Ibu dan Ayah yang Menyentuh Hati – Ibu dan Ayah adalah kedua orang tua kita, jasa jasa  serta pengorbanan kepada kita tak akan bisa dibalas dalam bentuk apapun, kita sebagai anak harus selalu mengucap terima kasih kepada ibu dan ayah kita. tanpa mereka berdua kita tak akan bisa seperti ini, berkat pengorbanannya, kita dapat membedakan mana yang baik dan mana yang buruk.

Ibu dan ayah merupakan dua sosok manusia yang sangat spesial dalam kehidupan kita, merekalah tempat kita berkasih mencurahkan keluh kesah yang dialami, Ayah adalah seorang kepala keluarga yang bertanggung jawab serta melindungi, dialah sebagai tulang punggung keluarga mencari rejeki untuk menghidupi keluarga, dan Ibu adalah seorang perempuanyang lemah lembut selalu iklas merawat kita, sabar selalu menghadapi ketika kita sebagai anak yang terkadang bandel kepadanya, kasih sayangnya tak pernah surut walau dalam keadaan apapun. maka jangan sampai mereka bersedih karena sikap dan perbuatan kita.

Sayangilah ibu dan ayah jangan berbuat sesuatu hal yang menyakiti hatinya sebab itu merupakan suatu perbuatan tercela, yang mendatangkan dosa besar. jangan sampai mereka bersedih karena ulah dan sikap yang tak terpuji kita lakukan. cinta dan sayangilah mereka sebagimana mereka mencintai kita. paling tidak dengan hal seperti ini, dapat membuat hatinya senang karena cinta kasih kita kepada mereka.

Mungkin begitulah sekilas tentang ibu dan ayah tema puisi dikesempatan ini, yaitu puisi ibu dan ayah yang menyentuh hati. adapaun masing masing judul puisinya antara lain.

  1. Sajak si Mbok
  2. Puisi ayahku perkasa dan tangguh
  3. Puisi puisi ayah aku rindu
  4. Puisi bapak ibuku yang kusayang

Bagaimana cerita dan makna puisi dari keempat puisi ibu dan ayah  yang menyentuh hati tersebut, untuk lebih jelasnya silahkan disimak saja puisinya satu persatu berikut ini.

Sajak untuk Si Mbok
Oleh: Ulianisa Apriliani

Mbok, lihatlah dirimu yang tersemat lara
Tak terasa kala telah merenggut yuana
Suraimu yang dulu hitam kian memudar beganti putih
Paras laksmi nan ayu kini merunyut
Raga yang langkai semampai kini layuh lemai
Senyuman yang dulunya pukau menjadi seringai getir

Mbok, bangunlah
Janganlah terus bersahabat dengan pembaringan
Tengok anak cucumu
Masa depan mereka berselang begitu saja tanpa kau tahu
Mana Restu dan Petuah Sucimu yang hangat melekap
Bagaimana kau bisa menikmati indahnya senjamu
Jika kau selalu menudung diri sepanjang waktu

Mbok, usah hiraukan keranda yang menghias pintu pusara
Sudah berkenankah engkau jika jasadmu dimandikan
Mustaidkah engkau dililit kain kafan
Dipikul dan diarak menuju pesanggrahan terakhir
Dipuja nyenyat dan sepi
Tegakah engkau mewariskan luka begitu saja pada kami
Mbok, jika saja engkau mau untuk sekejap saja siuman
Bahkan izrailpun enggan

Ayahku perkasa dan tangguh
Rifqi Nadim Ukail

Dia pahlawanku..
Super heroku..
Dia biasa saja tapi perkasa..
Dan dia lebih tangguh dari seorang pemimpim..
Aku bangga..
Aku kagum..
Aku memuji beliau bapakku..

Yang dicarinya yang selalu halal.
Karena aku tau itu kerjanya..
Walau kurang..diajarkan kami untuk tetap cukup..
Walau tak punya diajarkan kami untuk sabar sampai punya..

Dialah manusia tangguhku..
Semoga beliau dipanjangkan umurnya..
Disehatkan badannya..
Di mudahkan jalan perjuangannya.
Dimurahkan rizkinya..
Amin..
Untuk bapak..

AYAH AKU RINDU
Khadijah Anwar

Saat terakhir aku melihatmu
Kau hanya berbaring sambil menutup mata
Aku mencoba membangunkanmu namun tak bisa
Aku melihat mama menangis memelukku
Saat itu aku belum mengerti apapun
Aku hanya bingung mengapa orang-orang membalutmu dengan kain putih yang aku kira saat itu hanya selimut

Aku mencoba teriak ditelingamu
Namun orang-orang selalu berusaha menghindarkanku darimu
Aku mencoba mengejarmu saat orang-orang telah membawamu pergi entah kemana
Namun  mama merangkulku
Hingga aku begitu susah bernafas

Sekarang waktu telah berlalu,,
Begitu banyak waktu yang  kulalui tanpa dirimu ayah, aku rindu padamu
Namun hanya pusara dapat kupeluk ketika mengingatmu,

Bapak ibuku yang kusayang
Latifah Syafitri

Tiap saat kau menyayangiku hingga lelah tak kau rasakan
Engkau bagai oksigen yang tiap saat menjadi penyejuk jiwaku

Bapak kaulah orang yang selalu melindungiku
Ibu kaulah permata dan penyemangatku
Dan kini ibu dan bapak harus merelakanku
Demi kebahagiaanku, menjalani kehidupan baruku

Bapak ibu, aku sayang kalian.
Aku ingin selalu bersama
Namun kini waktunya, aku harus berpisah
untuk kehidupanku, menata keluarga baru kecilku
—————

Selalulah senantiasa berbakti kepadaibu dan ayah atau kedua orang tua . Karena pengobanan merekalah kita dapat seperti ini, kasih sayang dan cinta merekalah yang luar biasa pada kita, sehingga kita dapat mengenal kasih sayang dan cinta. semoga kita semua temasuk golangan anak yang berbakti pada ibu dan ayah kita.

Demikianlah puisi ibu dan ayah yang menyentuh hati. Simak/baca juga puisi ibu dan ayah yang lain di blog ini, semoga keempat puisi tentang orang tua diata dapat menghibur dan bermanfaat. Sampai jumpa diartikel selanjutnya. Tetap di blog menyimak/membaca puisi yang kami update. Terima kasih sudah berkunjung.